PROFIL DESA PAHESAN
Sebagai dokumen perencanaan yang menjabarkan dari Dokumen Rencana Pmbangunan Jangka Menengah Desa (RPMJ Desa), maka seluruh rencana program dan kegiatan pembangunan yng akan dilakukan oleh Desa secara bertahap dan berkesinambungn harus dapat menghantarkan tercapainya Visi Misi Desa. Visi – Misi Desa Pahesan disamping merupakan Visi – Misi Calon Kepala Desa Terpilih, juga diintregrasikan dengan keinginan masyarakat desa dimana proses penyusunannya dilakukan secara partisipatif mulai dari tingkat Dusun RT/RW sampai tingkat Desa. Adapun Vii dan Misi Desa Pahesan sebagai berikut:
VISI.
“Tercapainya masyarakat yang aman dan sejahtera melalui pertanian dan optimalisasi pelayanan publik”
Meniptakan pelayanan yang merata , berkeadilan tepat waktu dan tepat guna.
Mewujudkan penyelenggaraan pertanian yang bermutu menyesuaikan topografi desa yang memaksimalkan potensi yang ada.
Memberikan pembinaan dan pngembangan kretaifitas masyarakat di bidang ketrampilan untuk menciptakan lapangan kerja.
Pahesan
inilah sebuah desa kecil disalah satu kecamatan di kabupaten Grobogan. memang kami akui untuk kemajuan desa kami masih mengaku ketinggalan dengan desa desa yang lain, namun itu trus bukanlah kami diam berpangku tangan, tinggal diam. kami selaku warga selalu berusaha. dan inilah sedikit tentang Desa Pahesan yang bisa kami beritahukan kepada saudara semua.
PROFIL DESA PAHESAN
A. Sejarah Desa
1. Legenda Desa Pahesan
Mengingat Sejarah Desa Pahesan adalah Identik dengan kehidupan seorang tokoh wanita yakni Mbah PAES. Pada jaman dulu hiduplah seorang gadis cantik yang benama PAES. dengan kecantikan dari PAES inilah banyak pemuda yang tertarik padanya, seperti pula halnya dengan dua orang pemuda yang tanpa di belum diketahui asal mula dan identitasnya yang merupakan kakak beradik. Dengan berjalannya waktu dua orang kakak beradik tersebut menyatakan cintanya pada PAES. Tak mungkin PAES menerima dua cinta dai kakak beradik tersebut, maka PAES memberikan sayembara yakni siapa yang bisa menanam buah Waluh (labu) yang terbesar maka dialah yang menjadi suami dari PAES. Maka mulailah kedua pemuda tersebut menanam waluh bersebelahan. Sebagai ciri tanaman waluh adalah merambat, tak heran jika tamanan kedua pemuda tersebut saling merambat , hingga suatu ketika terjadilah perselisihan tentang kepemilikan waluh yang dianggap terbesar dan perkelahian pun tak bisa dihindari, yang akhirnya kedua pemuda tersebut meninggal. Pemakaman kedua tersebut sangat berdekatan (dempet) di suatu tempat tanah terbuka di tengah persawahan, akhirnya pemakaman kedua saudara tersebut dinamakan makam DEMPET. Tanah tempat tinggal Gadis tesebut akhirnya dinamakan PAHESAN. Dan hingga saat ini merupakan kepercayaan bagi warga masyarakat Desa Pahesan bahwa warga Desa Pahesan tidak bisa menanam buah Waluh, seandainya bisa pun hasilnya tak akan baik.
Kepemerintahan Desa Pahesan pada jaman Belanda ± 1938 dipimpin oleh seorang Lurah yang bernama Projo Piyo, Grumbul yang sebelah etan Pahesan yakni Tugu dan rumbul sebelah Kidul yakni Jabung menjadi satu kesatuan wilayah Desa Pahesan. Pada tahun ± 1953 kepemimpinan Desa Pahesan diganti oleh seorang pendatang, Suwadi. Beliau memimpin kurang lebih 33 tahun, hingga akhirnya Sang Maha Esa Memanggil, sebagai peraturan jabatan Lurah adalah seumur hidup dan akhirnya pada tahun 1986 diadakan pemilihan Kepala Desa dengan sistem Coblosan gambar yang diikuti oleh 3 calon yakni 1. Kasno 2. Sunarto dan 3. Gunarto yang di menangkan suara terbanyak oleh Sunarto. Sunarto menjabat sebagai Kepala Desa Pahesan tahun 1986 – 1993.
Awal 1993 dengan berakhirnya masa jabatan Kepala Desa 8 tahun, maka kembali diadakan pemilihan, Sunarto kembali mencalonkan diri dengan saingan utamanya adalah Sujadi yang memang dalam sesi pencalonan kali ini di ikuti oleh 2 orang calon. Yang akhirnya di menangkan oleh Sujadi . dari tahun 1993 hingga saat ini 2010 masih menjabat sebagai Kepala Desa Pahesan yang tehitung lebih dari 2 periode masa jabatan kepala Desa.
Legenda Desa
1. Pada zaman dahulu sebagian besar masyarakat Selancar mempunyai adat istiadat kepercayaan yaitu pada bulan-bulan tertentu mempercayai tidak diperkenankan punya hajat ( Pernikahan dan Khitanan ) terutama bulan syura kalau dilanggar akan membewa mala petaka.
2. Pada menjelang musim panen sebagai perwujudan rasa syukur, warga masyarakat mengadakan pagelaran kesenian tayup di tanggul kali yang memang berdekatan dengan lahan pertanian mereka dengan istilah “Tayuban Cah Angon”. Namun seiring perjalanan waktu acara tersebut hilang.
3. Pada setiap penanggalan bulan jawa, bulan Apit mengadakan Apitan dengan mengadakan syukuran Sedekah Bumi di dusun masing masing, Pahesan, Tugu dan Jabung.
4. Setiap ada orang meninggal sebelum dibawa kepemakaman sanak saudara almarhum supaya nylusup ( berjalan keliling 3 kali dibawah mayat yang sedang dipikul ) dipercayai agar tidak membayangi kehidupan mereka.
2. Sejarah Pembangunan Desa Pahesan
Masa kepemimpin Lurah yang bernama Projo Piyo, terdapat seorang yang bernama Semak, hidup seoarang diri, dan selalu meneyendiri didalam rumah yang memiliki sebuah mata air. Mata air tesebut tak pernah habis yang mampu memenuhi kebutuhan air warga Desa Pahesan dimusim kemarau, baik untuk minum maupun untuk mandi kerbau milik warga. Akhirnya pada kepemimpin Lurah sumber air tersebut dibangun yang lebih permanen.
Pada tahun ± 1969 di renovasi DAM air dusun Jabung yang merupakan Dam peninggalan jaman Belanda untuk pemenuhan kebutuhan air pertanian wilayah Desa Pahesan.
Perkembangan sisi keagamaan pada tahun ±tahun 1930 pendatang baru yakni keluarga Tamhid membawa misi Agama Islam, didirikanlah sebuah Langgar . dan inilah cikal bakal Agama Islam di Desa Pahesan. Keluarga yang terdiri dari Tamhid, mukajin dan Busro mulai melakukan kegiatan kegatan agama. Hingga paa tahun 1950, langgar tersebut dibangun bersama mertodrno dan di dukung oleh keperintahan Suwadi menjadi sebuah bangunan masjid yang kokoh. Hingga pada tahun 2002 masjid tersebut di pugar kembali menjadi masjid dengan kontruksi beton.
B. Kondisi Umum Desa
a. Luas Wilayah
Desa PAHESAN : 234.70 H
Pekarangan : 41.00 H
Sawah : 165.00 H
Perkebunan : 19.00 H
Desa Selancar terdiri dari 3 Dusun, 1 RW. Dan 10 RT yaitu :
1. Dusun Pahesan ( RT. 01 sampai RT 06 ) terletak di tengah krajan
2. Dusun Tugu ( RT. 08 dan RT 09. ) di Timur
3. Dusun Jabung (RT. 07 dan RT 10) disebelah Selatan.
b. Topografi.
Desa Pahesan merupakan suatu bentuk yang tidak teratur bentuk dan arahnya, 6 km arah Barat dari Ibu Kota Kecamatan Godong dan termasuk bagian barat wilayah kecamatan Godong dan 25 km arah barat dari Kabupaten Grobogan, dan sebagian besar wilayahnya merupakan lahan petanian tanaman padi.
c. Hidrologi
Sesuasi dengan Topografi wilayah Desa Pahesan, terdapat sungai-sungai dari arah Selatan saluran itigasi T 25 yang ber hulu dari bendungan Rawa Pening, dan di salurkan melalui sungai Tuntang hingga sampai DAM Temur yang pada akhirnya sampai ke T 25 yang merupakan sumber utama pemenuhan kebutuhan air pertanian Desa Pahesan.
d. Kwalitas Medan
Dengan wilayah Pahesan Topografi yang terletak diantara jalur alternatih 3 kecamatan yaitu Godong, Gubug, dak Karang Rayung merupakan keuntungan bagi warga masyarakat bisa mengakses jalan tersebut.
e. Produktifitas Tanah
Sebagian besar pencaharian penduduk Desa Pahesan adalah Petani, dengan adanya bendung Rawa pening, menguntungkan bagi petani karena lahan pertanian dalam penggarapannya bisa di atur jadwal pelaksanaan pertanian dengan sistem padi-padi-polowiji, dengan pengaturan debit air yang di butuhkan petani.
f. Musim
Di Desa Pahesan ada 2 musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan.
g. Pola Penggunaan Lahan Pertanian
1. Lahan Sawah dimusim penghujan ditanami padi dan musim Kemarau ditanami palawija.
2. Lahan Pekarangan ditanami Pohon Buah dan Kayu bahan Bangunan.
h. Kepemilikan Ternak
| No | Jenis Ternak | Persentase |
| 1. 2. 3. 4. 5. | Ayam Itik Mentok Kambing Sapi | 68 % 20 % 15 % 15 % 2 % |
| | J u m l a h | 100 % |
i. Tempat Peribadatan
| No | Tempat Peribadatan | Lokasi | Jumlah | ||
| Pahesan | Tugu | Jabung | |||
| 1 | Masjid | 1 | 1 | - | 2 |
| 2 3 | Mushola Gereja | 7 - | - 1 | 2 - | 9 1 |
j. Tempat Usaha
| No | Jenis Usaha | Pahesan | Tugu | Jabung | Jumlah |
| 1. 2. 3. 4. 5. 6. | Warung Toko Bengkel Pertukangan Penggilingan Padi Pengrajin | 5 8 4 8 1 5 | 2 3 1 2 - 2 | 2 5 1 2 1 1 | 9 16 6 12 2 8 |
k. Jenjang Pendidikan
1. Play Group : 30 Siswa
2. Taman Kanak- Kanak : 49 Siswa
3. Sekolah Dasar : 209 Siswa
4. SLTP. : 120 Siswa
5. SLTA : 115 Siswa
6. Perguruan Tinggi : 31
Mahasiswa
k. Jumlah Penduduk
Laki – laki : 1.167 Jiwa
Perempuan : 1.104 Jiwa
Jumlah : 2.271 Jiwa
l. Mata Pencaharian
| No. | Mata Pencaharian | Jumlah | Prosentase |
| 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. | Petani Buruh Tani Kuli Pedagang Pengrajin Tukang Kayu Tukang Batu PNS Pensiunan Guru Tidak Tetap Lain-lain/ anak anak | 723 Orang 807 Orang 51 Orang 48 Orang 26 Orang 29 Orang 128 Orang 20 Orang 33 Orang 28 Orang 378 Orang | 32.00 % 35.00 % 2.20 % 2.10 % 1.20 % 1.30 % 5.60 % 0.90 % 1.50 % 1.00 % 17.00 % |
| | J umlah | 2.271 Orang | 100 % |
C. SOTK Desa
STRUKTUR ORGANISASI TATA KEPEMERINTAHAN DESA
( SOTK Desa ) POLA MAKSIMAL

Selasa, 23 Februari 2016
Rabu, 26 Juni 2013
- PTTUN Kuatkan Putusan PTUN
Selasa, 18 Desember 2012
Dikatakan Sholeh, pada saat penghitungan, diketahui ada satu surat suara tanpa stempel panitia yang dinyatakan sah. Padahal di dalam tatib menyebutkan, surat suara harus ada stempel panitia.
“Kasus ini harus dituntaskan, karena ada dua calon yang memperoleh suara terbanyak sama, yaitu 537 suara. Selaku Kepala Desa, saya minta kepada panitia melakukan penghitungan ulang dengan cara membuka kembali lembar surat suara yang dinyatakan sah dan membuka lebar-lebar tiap surat suaranya,” kata Sholeh dihadapan Muspika Godong dan panitia Pilkades Desa Pahesan.
Dijelaskan, pada penghitungan pertama, calon Annaj Muts Tsaqib (36) memperoleh 537 suara, Ahmad Qomarudin (30) 538 suara, dan calon satunya Kambali (31) memperoleh 240 suara. Karena suara yang diperoleh calon nomor satu dan dua hanya selisih satu suara, maka oleh panitia dilakukan penghitungan ulang.
Tanpa Stempel
Ternyata surat suara yang diperoleh Ahmad Qomarudin ada yang rusak satu. Sehingga suara yang diperoleh berubah menjadi 537 suara. Sedangkan jumlah suara yang diperoleh Annaj Muts Tsaqib tetap 537 suara, namun dalam penghitungan ulang itu ditemukan ada surat suara tanpa stempel. Barang bukti surat suara tersebut kini diamankan Polsek Godong.
Menanggapi hal itu, Camat Godong Mundakar didampingi Kapolsek AKP Sunaryanto dan Danramil Kapten Inf Faheri menjelaskan, berdasarkan Juklak dan Juknis pelaksanaan Pilkades, surat yang dianggap sah salah satu syaratnya harus ada tanda tangan Ketua Panitia. Namun Camat mengakui, dalam juklak dan juknis, yang disebut surat suara adalah harus tercantum nomor urut, nama calon, gambar, tanda tangan dan stempel panitia.
“Tetapi karena panitia mengesahkan surat tanpa stempel tersebut, maka semua pihak harus menghormatinya,” tegas Mundakar. Terpisah, Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Setda Grobogan Anang Armunanto menegaskan, surat suara sah salah satu syaratnya harus ada tanda tangan Ketua Panitia (tanpa menyebut soal stempel).
“Itu aturan dalam Perda Grobogan Nomor 8 Tahun 2006. Tetapi jika ada pihak merasa tidak puas, maka bisa menempuh jalur hukum,” terang Anang.
Penundaan pilkades ulang yang sebelumnya direncanakan Rabu (17/10/2012) karena gugatan salah satu calon Kades Ahmad Qomaruddin (30) terhadap panitia Pilkades dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat atas penetapan hasil Pilkades yang berlangsung 19 September 2012.
"Pilkades ulang terpaksa ditunda sampai ada putusan tetap dari PTUN. Saat ini kami masih menunggu salinan keputusan penundaan Pilkades ulang dari PTUN,” kata Ketua Panitia Pilkades Pahesan, Marzuki, usai menghadiri siding di PTUN Semarang, Senin (15/10/2012).
Karena itu, Marzuki telah berkoordinasi dengan Camat dan Muspika Godong. Bahkan, Senin malam akan mengundang para calon yang memperoleh suara terbanyak sama pada Pilkades putaran pertama, yaitu Ahmad Qomarudin (30) dan Annaj Muts Tsaqib (32) di balai desa setempat untuk memberitahukan penundaan Pilkades ulang.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah seorang calon kepala desa (Cakades) Pahesan, Ahmad Qomarudin (30) mengajukan gugatan ke PTUN Semarang.Gugatan atas hasil penetapan panitia Pilkades oleh BPD tersebut dilakukan karena proses pelaksanaan Pilkades terjadi penyimpangan dan panitia melanggar tata tertib Pilkades. (Tas)
Kabag Pemerintahan Desa (Pemdes) Pemkab Grobogan, Anang Armunanto mengatakan, setelah putusan ditolaknya gugatan Pilkades Pahesan, maka pihak penggugat yaitu calon kades Ahmad Qomarudin diberi waktu sampai 14 hari untuk naik banding. Namun jika tidak ada pengajuan banding atas putusan PTUN Semarang tersebut, Pilkades Pahesan secepatnya akan diulang.
“Iya, gugatan PTUN Pilkades Pahesan ditolak. Kita masih menunggu 14 hari waktu yang diberikan. Jika penggugat tidak mengajukan banding atas putusan tersebut, kita akan mengadakan pilkades ulang,” kata Anang, kemarin.
Menurut Anang, jika penggugat tidak mengajukan banding, pelaksanaan pilkades ulang Desa Pahesan akan digelar secepatnya agar proses pelayanan masyarakat bisa normal kembali. Namun tidak menutup kemungkinan pelaksanaannya akan dibarengkan dengan pilkades 180 desa lainnya pada Maret 2013 mendatang.
“Dalam waktu dekat kami koordinasikan dengan pihak kecamatan dan desa. Apabila waktu persiapan panitianya cukup, secepatnya akan kita selenggarakan pilkades ulang. Namun apabila tidak memungkinkan sekarang, akan kita gelar bersamaan dengan pilkades pada Maret 2013,” urainya.
Surat Suara
Seperti diberitakan sebelumnya, Pilkades Pahesan yang digelar pada 19 September 2012 lalu diikuti tiga calon kades. Mereka adalah Annaj Muts Tsaqib (32) yang mendapatkan 537 suara dan Ahmad Qomarudin (30) dengan 538 suara. Sementara satu calon lainnya yaitu Kambali (31) hanya mendapatkan 240 suara. Karena hanya selisih satu suara, oleh panitia pilkades dilakukan penghitungan ulang dan ditemukan satu surat suara yang rusak milik Ahmad Qomarudin dan satu surat suara tanpa stempel milik Annaj Muts Tsaqib.
Oleh panitia, kemudian ditetapkan perolehan suara Ahmad Qomarudin menjadi 537 suara dan Annaj Muts Tsaqib tetap pada 537 suara. Karena terjadi perolehan suara sama, maka pihak panitia memutuskan hasil pilkades draw atau seri, sehingga akan diadakan pilkades ulang. Keputusan tersebut kemudian digugat oleh Ahmad Qomaruddin ke PTUN. (K11-7
Rabu, 22 Agustus 2012
![]() |
| 3 KANDIDAT CALON KEPALA DESA PAHESAN, Mereka adalah orang -orang yang memang terpilih, dan memang layak dipilih.... 19 SEPTEMBER 2012.... GUNAKAN HAK PILIH ANDA.... |
Minggu, 17 Juni 2012
MOBIL AMBULAN DESA
1. Kegiatan Desa Yang berkaitan dengan Kegiatan Sosial.
2. Kegiatan Transportasi Kesehatan. yaitu untuk kegiatan Warga yang membutuhkan taransportasi ke Rumah Sakit .
3. Kegiatan Pemakaman Warga Desa Pahesan, yang memang letak pemakaman jaraknya memangh agak jauh dari perkamppungan.
Semoga dengan adamnya Mobil ini dapat di pergunakan Masyarakat yang membutuhkan..
Selasa, 15 Mei 2012
Sekretaris : Suparnoto ( RT 11 )
Bendahara : Susilo Wati ( RT 03 )
Sabtu, 28 April 2012
ALhamdulillah Bisa membantu
Ya Allha Alhamdulillah.... hari ini..Kamis 26 April 20012. telah berhasil di operasi katarak bagi 2 Warga Desa Pahesan yang di Fasilitasi oleh Pemerintah Desa Pahesan yang di laksanakan oleh Eko Budi S dibantu Pak Roko, berjalan lancar... lega rasanya bisa membantu sesama, ada kepuasan tersendiri dalam hati. tiada sia sia usaha ku selama ini, mengupayakan warga pahesan yang menderita Mata Katarak bisa di operasi, hingga akhirnya dengan penuh harapan bisa beraktifitas dengan mata yang tak samar samar lagi.
sebenarnya diantara 11 orang yang telah di daftarkan kemarein ternyata hanya 3 yang masuk kriteria operasai katarak kali ini, anamun apada akhirnya hanya 2 karena yang 1. mbah Paino ternyata tensinya terlalu tinggi hingga Tim Dikter tidak berani mengoperasi mata beliau. hanya 2 orang yaitu Mbah Pani (Jabung ) dan Mbah Sudar (Tugu) yang bisa dilakukan operasi.
Namun dalam hal ini aku juga tak luput untuk mengucapkan banayak terima kasih pada Pak Sugito yang menagani pendaftaran Program Ini, yang telah mengushakan bisa masuk dalam daftar peserta yang bisa masuk Program Operasai Katarak bagi warga Kurang mampu di Puaskesmas Gubug. yang sebenarnya memamng aku akaui pendaftaran kami tidak masuk dalam daftar 30 peserta pendaftar pertama, mamun Allah telah memberi jalan pada kami, diantara 30 pendaftar pertama ada yang gugur untuk operasi sehingga kami bisa menyelipkan 3 warga Kami Desa Pahesan..... ta lupa juga Mas Yanto. yang telah mambantu lobi sama pak Gito... thanks mas yanto... Bapak Kepala Desa Pahesan Juga terima kasih... atas Bantuan Dana pelaksanaan ini.
dan yang lebih terharu lage... ketika perban pembalut mata Mbah Sudar di coba di buka oleh dokter.. mbah Sudar ",,nduk kowe kuk tambah ayu..." ketika melihat cucunya yang setia menunggu selama operasi., memang Mbah sudar melihat cucunya dulu masih duduk di bangku SD... dan kini cucunya sudah SMA.. memang cukup lama juga mba Sudar mengidap Katark tersebut....
akhrirnya hanya uacapan Alhamdulillah.... semogo dengan operasi ini, beliau beliau dapat beraktifitas... untuk beribadah pada SANG MAHA KHOLIQ.....
Ya Allah berjuta juta terima kasih atas kenikmatan yang sampai saat ini saat detik ini , aku masih KAU ijinkan melihat Indah kedua wajah ke2 orang tua kami... KAU ijinkan melihat anakdan istri kku... masih KAU ijinkan melihat indahnya pelangi.... terima kasih mata ini masih utuh......, naif jika aku tak pernah mensyukuri nikmat yang tiada terkira ini....
Kamis, 15 Maret 2012
POSYANDU LANSIA
Tujuan Posyandu Lansia
a. Meningkatkan jangkauan pelayanan kesehatan lansia di masyarakat, sehingga terbentuk pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan lansia
b. Mendekatkan pelayanan dan meningkatkan peran serta masyarakat dan swasta dalam pelayanan kesehatan disamping meningkatkan komunikasi antara masyarakat usia lanjut.
1. Sasaran langsung
Kelompok pra usia lanjut (45-59 tahun)
Kelompok usia lanjut (60 tahun keatas)
Kelompok usia lanjut dengan resiko tinggi (70 tahun ke atas)
Keluarga dimana usia lanjut berada
Organisasi sosial yang bergerak dalam pembinaan usia lanjut
Masyarakat luas.
- Meja II : Melakukan pencatatan berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT). Pelayanan kesehatan seperti pengobatan sederhana dan rujukan kasus juga dilakukan di meja II ini.
- Meja III : melakukan kegiatan penyuluhan atau konseling, disini juga bisa dilakukan pelayanan pojok gizi.
Rabu, 23 November 2011
Selasa, 16 Agustus 2011
Pemerintahan Desa Pahesan
Bapak Kastawi Bersama BPD DEsa Pahesan
PNPM 2011
Jumat, 29 April 2011
PAHESAN BEBAS BAB Sembarang
Senin, 25 April 2011
USAHA INDUSTRI , PETERNAKAN DAN PERTANIAN
2. BUDI DAYA BURUNG PUYUH
ada beberapa Warga Dusun Jabung desa Pahesan yang telah menekuni ternak burung puyuh yang hasilnya tidak begitu mengecewakan.
1. Sebidang pekarangan untuk kandang selua 5 m x 12 m
2.Bangunan untuk kandang terdiri dari bahan :
a. Kayu usuk untuk rangka bangunan
b.Bambu untuk dinding
c. Asbes untuk atap
d. Kawat setrimin untuk kandang bagian dalam
e. Pipa pralon besar untuk tempat makanan dan minuman
f. Instalasi listrik untuk penerangan
g.Ember besar dan perlengkapannya
Modal dari bahan - bahan di atas menghabiskan dana sekitar Rp 6.200.000
Ukuran kandang di atas bisa menampung burung puyuh sebanyak 2000
lebih 35 hari menghabiskan dana sebesar Rp 3.000.000.Setelah bibit puyuh
dipelihara sampai 35 hari maka puyuh tersebut mulai bertelur dan setelah 2
bulan penuh maka seluruh burung puyuh sudah bisa bertelur setiap hari.Saat
dipelihara 35 s/d 42 hari burung puyuh baru bertelur kurang lebih 50 % atau
sekitar 10 kg dari 2000 ekor yang dipelihara.
sudah siap membelinya dengan harga Rp 165 perbutir.
makan dan minumnya dilakukan setiap jam 07.00 WIB dan jam 15.00
WIB.Rata -rata perekor burung puyuh menghabiskan 22 gram makanan.
Kebutuhan air minum dari 2000 ekor perharinya menghabiskan air sekitar 40
liter.Pengambilan kotorannya setiap 2 hari sekali dan akan terkumpul
sebanyak 2 zak yang dapat dipergunakan untuk rabuk tanaman.Harga
makanan saat ini sebesar Rp 240.000 / zak untuk makanan yang halus dan
Rp 213.000 perzak untuk makanan yang agak kasar Teknis pemberian
Rabu, 30 Maret 2011
Minggu, 28 Februari 2010
AKTE KELAHIRAN
# Syarat -syarat pengurusan akta kelahiran anak sebelum 60 hari
adapun syarat syarat untuk mendapatkan akta tersebut antara lain:
1. Surat Kelahiran Asli Dari Desa, dengan tanda tangan PPDP
2. Surat Nikah Orang Tua Asli + fc
3. Kartu Keluarga, dengan catatan si anak harus sudah masuk dalam KK tersebut
4. Fc KTP salah satu Orang Tua
5. menghadirkan 2 saksi
6. Surat Pengantar dari Desa, dengan legalisasi dar kecamatan
# Syarat -syarat pengurusan akta kelahiran anak sebelum 1 tahun kelahiran
adapun syarat syarat untuk mendapatkan akta tersebut antara lain:
1. Surat Kelahiran Asli Dari Desa, dengan tanda tangan PPDP
2. Surat Nikah Orang Tua Asli + fc
3. Kartu Keluarga, dengan catatan si anak harus sudah masuk dalam KK tersebut
4. Fc KTP salah satu Orang Tua
5. menghadirkan 2 saksi
6. Surat Pengantar dari Desa, dengan legalisasi dar kecamatan.
# Syarat -syarat pengurusan akta kelahiran anak lebih dari 1 tahun kelahiran
adapun syarat syarat untuk mendapatkan akta tersebut antara lain:
1. Surat Kelahiran Asli Dari Desa, dengan tanda tangan PPDP + Foto Copy yang di legalisasi
kantor Pos pusat
2. Surat Nikah Orang Tua Asli + Foto Copy yang di legalisasi kantor Pos pusat
3. Kartu Keluarga, dengan catatan si anak harus sudah masuk dalam KK tersebut
4. Fc KTP salah satu Orang Tua
kemudian di daftarkan ke Pengadilan Negeri Purwodadi, dengan membawa Bukti setoran biaya pembuatan Akta ke rekening Pengadilan Negeri PUrwodadi, untuk mendapatkan jadwal sidang. kemudian syarat-syarat yang perlu dipersiapkan sidang yaitu..
5. menghadirkan 2 saksi
6. anak sebelum 21 tahun saat sidang bisa diwakilkan salah satu orang tuanya,
usia diatas 21 harus hadir sendiri dalam persidangan
setelah sidang, maka akan mendapatkan Surat Keputusan dari Pengadilan Negeri tentang Status si anak tersebut, baru d surat tersebut di bawa ke Kantor Catatan Sipil untuk pembuatan Akta Kelahiran disertai dengan:
7. Surat Pengantar dari Desa, dengan legalisasi dar kecamatan
Selasa, 26 Januari 2010
PROFIL DESA PAHESAN
Batas Barat : Desa Wanutunggal
Batas Timur : Desa Sumur Gede
Batas Selatan : Desa Tungu
Batas Utara : Desa Karanggeneng.
jumlah penduduk PAHESAN pada tahun 2000 adalah 2,017 jiwa. (data masih belum Falid)
Dilihat dari kacamata pendidikan Pahesan merupakan Desa yang selangkah lebih maju, hal ini bisa dilihat dari ketersediaan sarana pendidikan yangkni terdapat 1 TK Dharma Wanita, 2 Sekolah Dasar, 1 MTs Swasta, 1 Madrasah Aliyah Swasta, 1 Madrasah Diniyah, 1 Tsanawi Diniyah. selain itu terdapat pula pendidikan non formal yakni 3 pondok pesantren putra dan putri.
PROPINSI : JAWA TENGAH
KABUPATEN : GROBOGAN
KECAMATAN : GODONG
Kode Desa Lahan Pertanian Ladang yg diusahakan Ladang tdk diusahakan Non Pertanian
3315160001 TUNGU 35 0 0 38
3315160002 PAHESAN 18 0 0 41
3315160003 LATAK 28 0 0 94
3315160025 WANUTUNGGAL 10 0 0 37
3315160026 MANGGARWETAN 35 0 0 58
3315160027 MANGGARMAS 33 0 0 7
3315160028 TINANDING 25 0 0 43
Dalam bidang pertaniaan, pahesan memiliki lahan berupa sawah ............. ha, hal ini Pahesan bisa diandalkan untuk lumbung pangan Kecamatan Godong, dengan sistem padi-padi-polowijo.
Bhakti Sosisal Gempa Jogja
Berbagai bencana alam yang terjadi akhir akhir ini yang sedang menimpa kita semua adalah bagian dari karunia Allah SWT yang dapat membuat kita menjadi lebih maju, lebih beradab, dan lebih kuat dalam menghadapi masa yang akan datang, sepanjang kita menyikapinya dengan cara yang benar. Bagi orang yang imannya kokoh tidak pernah ada kejadian yang merugikan. Diberi nikmat kita bersyukur, syukur itulah kebaikan. Diberi ujian kita bersabar, sabar itu pun kebaikan. Kerugian hanyalah milik orang-orang yang tidak punya keyakinan yang kokoh dan tidak punya akhlak yang mulia.
Gempa bumi yang terjadi di Jogja, Klaten dan daerah sekitarnya yang mampu meluluh lantahkan segala yang ada. Kejadian yang terjadi 27 Mei kemarin berkekuatan 5,9 Skala Richter. Bencana alam ini banyak mengakibatkan korban baik yang meninggal maupun yang luka luka, bahkan korban meninggal hingga angka 6.000 jiwa, sedangkan korban luka luka mencapai belasan ribu jiwa.
Barang berharga yang berada di dalam rumah, pastilah berantakan, bahkan benda yang terbuat dari keramik atapun kaca pecah berantakan. Sedangkan yang terbuat dari kayu patah tak bisa di gunakan lagi, seperti meja, kursi, dan almari.
Ketika mengikuti perjalanan dengan tim perangkat desa Pahesan Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan, PurwodadiPost sejenak terdiam diantara puing puing kayu dan batu bata yang berantakan di salah satu rumah dari korban bencana gempa bumi di Jogja dan Klaten tepatnya di desa Mlese kecamatan Gantiwarno kabupaten Klaten, ke lokasi gempa tersebut. Tim yang terdiri dari Kepala Desa, Perangkat Desa lainya beserta Ketua dan Wakil Ketua BPD desa tersebut.

















